Kegiatan Kesiswaan • OSIS & MPK
Membentuk generasi pemimpin muda SMA Negeri 1 Jalaksana
yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, memiliki
kemampuan berorganisasi, mampu bermusyawarah, terampil
dalam administrasi, serta siap menjalankan amanah
kepengurusan OSIS dan MPK Masa Bakti 2026/2027.
???? 1–3 Oktober 2026
???? Ciniru & SMA Negeri 1 Jalaksana
???? OSIS & MPK 2026/2027
???? SMA Negeri 1 Jalaksana
SMA Negeri 1 Jalaksana menyelenggarakan
Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) OSIS dan MPK
Masa Bakti 2026/2027 selama tiga hari,
mulai Kamis, 1 Oktober sampai dengan
Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian
penting dalam proses pembinaan, penguatan karakter, serta
peningkatan kapasitas pengurus organisasi siswa sebelum
menjalankan program kerja selama satu masa bakti.
Latihan Kepemimpinan Siswa dirancang bukan hanya sebagai
kegiatan seremonial setelah terbentuknya kepengurusan OSIS
dan MPK. LKS menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan
pengetahuan organisasi dengan pengalaman nyata. Peserta
tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dilatih untuk
menerapkannya melalui praktik, simulasi, rapat, kegiatan
administrasi, kegiatan lapangan, pembiasaan kedisiplinan,
aktivitas kerohanian, evaluasi, serta refleksi.
Selama tiga hari, peserta memperoleh pembekalan tentang
orientasi, karakter dan amanah, kepemimpinan, kedudukan dan
tata kelola organisasi, keprotokolan, keselamatan dan BSAN,
perencanaan program dan anggaran, rapat dan musyawarah,
Tata Naskah Modern, pembuatan rundown, administrasi surat,
simulasi apel, rapat kerja OSIS dan MPK, hingga
CMI (Cara Memberi Instruksi) dan PBB.
Rangkaian tersebut disusun agar calon pemimpin siswa tidak
hanya memahami bagaimana sebuah organisasi dibentuk, tetapi
juga mengetahui bagaimana organisasi dijalankan secara
terarah, tertib, terencana, komunikatif, disiplin, dan
bertanggung jawab.
01
Tiga Hari Pembinaan
Dilaksanakan pada 1–3 Oktober 2026 melalui
rangkaian kegiatan terstruktur.
02
Materi Organisasi
Kepemimpinan, tata kelola, rapat,
administrasi, protokol, program dan anggaran.
03
Praktik Langsung
Rundown, surat, simulasi apel,
raker OSIS/MPK, CMI dan PBB.
04
Pembentukan Karakter
Disiplin, kerja sama, ibadah,
jelajah malam, evaluasi dan refleksi.
Esensi Kegiatan
Belajar Memimpin, Melayani, dan Bertanggung Jawab
Menjadi bagian dari pengurus OSIS maupun MPK berarti menerima
sebuah kepercayaan. Seorang pengurus tidak cukup hanya aktif
mengikuti kegiatan, tetapi perlu memahami fungsi organisasi,
mampu berkomunikasi, menjalankan administrasi, menyusun
program, bermusyawarah, bekerja bersama, memberikan instruksi,
melaksanakan keputusan, serta mempertanggungjawabkan setiap
amanah yang diberikan.
Oleh karena itu, LKS Masa Bakti 2026/2027 dirancang secara
bertahap. Hari pertama menjadi fondasi pembentukan karakter,
kepemimpinan, tata kelola, keselamatan, keprotokolan,
serta perencanaan program. Hari kedua diarahkan pada
keterampilan rapat, musyawarah, administrasi, protokol,
simulasi, dan rapat kerja. Hari terakhir menjadi bagian
penguatan disiplin, ketahanan, evaluasi, refleksi, serta
keterampilan CMI (Cara Memberi Instruksi) dan PBB.
Kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memberikan perintah.
Kepemimpinan merupakan kesanggupan menerima amanah,
memberikan keteladanan, mendengarkan, berkomunikasi,
bekerja bersama, mengambil keputusan, serta
mempertanggungjawabkan setiap tindakan.
01
Hari Pertama
Kamis, 1 Oktober 2026
Hari pertama menjadi tahapan pembentukan fondasi bagi
peserta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga
17.00 dan berpusat di GOR Ciniru. Peserta diperkenalkan
pada karakter, amanah, kepemimpinan, keprotokolan,
kedudukan organisasi, tata kelola, keselamatan,
serta perencanaan program dan anggaran.
06.00–06.20
Registrasi Peserta
Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta.
Tahapan ini menjadi awal penataan dan
pengecekan kesiapan peserta sebelum seluruh
rangkaian pembinaan dimulai.
Tempat: GOR Ciniru
06.20–07.20
M1 — Orientasi, Karakter, dan Amanah
Materi pertama memberikan landasan kepada
peserta mengenai tujuan mengikuti LKS,
karakter yang perlu dimiliki oleh seorang
pengurus, serta makna amanah dalam organisasi.
Peserta diarahkan memahami bahwa kedudukan
dalam OSIS maupun MPK bukan sekadar jabatan.
Setiap posisi membawa tanggung jawab untuk
memberikan kontribusi, melayani, bekerja sama,
serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.
Pemateri: Bpk. Moch. Ficky Vidyan, S.Pd.
07.20–08.00
Acara Pembukaan
Setelah sesi orientasi, rangkaian
Latihan Kepemimpinan Siswa secara resmi
memasuki acara pembukaan. Momentum ini menjadi
penanda dimulainya proses pembinaan pengurus
OSIS dan MPK Masa Bakti 2026/2027.
Bpk. H. Nanang Warsa, M.Pd. / yang mewakili
08.00–09.20
M5 — Kepemimpinan
Peserta mendapatkan pembekalan tentang
kepemimpinan sebagai salah satu kompetensi
utama bagi pengurus organisasi siswa.
Melalui materi ini, peserta diarahkan memahami
bahwa pemimpin harus mampu memberikan teladan,
berkomunikasi, mendengarkan anggota, mengambil
keputusan, menjaga kebersamaan, serta
bertanggung jawab terhadap keputusan dan
tindakan organisasi.
Pemateri: Bpk. H. Nanang Warsa, M.Pd.
09.20–09.35
Istirahat
Peserta memperoleh waktu jeda sebelum
melanjutkan sesi keprotokolan.
09.35–10.55
M4 — Keprotokolan
Materi keprotokolan memberikan pemahaman
mengenai pentingnya keteraturan sebuah
kegiatan resmi. Peserta belajar bahwa suatu
kegiatan memerlukan susunan acara, pembagian
tugas, kesiapan petugas, alur kegiatan,
ketepatan waktu, dan koordinasi.
Pembekalan tersebut menjadi dasar yang
selanjutnya diterapkan pada hari kedua melalui
praktik penyusunan rundown dan simulasi apel.
Pemateri: Bpk. Satam, S.Pd.
10.55–11.10
Makan Siang
Peserta memperoleh waktu makan sebelum
melanjutkan pembelajaran mengenai kedudukan
dan tata kelola organisasi.
11.10–11.50
M2 — Kedudukan dan Tata Kelola
Pada sesi ini peserta mulai mempelajari
kedudukan organisasi siswa dan bagaimana
sebuah organisasi dikelola melalui pembagian
peran, fungsi, kewenangan, koordinasi,
serta tanggung jawab.
Pemahaman tersebut penting agar setiap pengurus
mengetahui posisi dan tugasnya serta tidak
bekerja sendiri-sendiri ketika menjalankan
program organisasi.
Pemateri: Bpk. Moch. Ficky Vidyan, S.Pd.
11.50–12.20
Kegiatan Beribadah
Di tengah rangkaian pembelajaran, peserta
memperoleh waktu melaksanakan ibadah sebagai
bagian dari pembiasaan disiplin dan penguatan
nilai religius.
12.20–13.00
Lanjutan M2 — Kedudukan dan Tata Kelola
Materi tata kelola dilanjutkan untuk
memperkuat pemahaman peserta mengenai
hubungan kerja di dalam organisasi,
mekanisme koordinasi, serta tanggung jawab
masing-masing unsur kepengurusan.
Pemateri: Bpk. Moch. Ficky Vidyan, S.Pd.
13.00–14.20
M9 — Keselamatan dan BSAN
Sesi berikutnya membekali peserta mengenai
aspek keselamatan dan BSAN. Materi ini menjadi
pengingat bahwa sebuah kegiatan organisasi
tidak hanya dinilai dari keberhasilan program,
tetapi juga dari bagaimana kegiatan tersebut
memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan
perlindungan seluruh peserta.
Pemateri: Ibu Iin Patimah, S.Pd.
14.20–15.00
M7 — Perencanaan Program dan Anggaran
Peserta memperoleh pembekalan mengenai
bagaimana gagasan kegiatan diterjemahkan
menjadi sebuah program yang sistematis,
memiliki tujuan, kebutuhan, tahapan
pelaksanaan, dan perencanaan anggaran.
Pembelajaran ini diharapkan membantu pengurus
OSIS dan MPK agar mampu merancang program
secara realistis serta dapat
dipertanggungjawabkan.
Pemateri: Ibu Dahlia Amari, S.Pd.
15.00–15.30
Kegiatan Beribadah
Peserta kembali memperoleh waktu untuk
beribadah sebelum memasuki sesi akhir
pembelajaran hari pertama.
15.30–16.30
Lanjutan M7 — Perencanaan Program dan Anggaran
Materi perencanaan program dan anggaran
dilanjutkan untuk memberikan pemahaman yang
lebih matang mengenai penyusunan program kerja
organisasi.
Pemateri: Ibu Dahlia Amari, S.Pd.
16.30–17.00
Perpulangan Peserta
Setelah seluruh kegiatan hari pertama selesai,
peserta dipersilakan kembali ke rumah untuk
mempersiapkan diri mengikuti agenda hari
kedua.
02
Hari Kedua
Jumat, 2 Oktober 2026
Memasuki hari kedua, kegiatan mulai diarahkan pada
keterampilan teknis organisasi. Peserta mendapatkan
materi rapat dan musyawarah, Tata Naskah Modern,
kemudian menerapkannya melalui praktik penyusunan
rundown, pembuatan surat, simulasi apel, serta rapat
kerja OSIS dan MPK.
Hari kedua juga menjadi awal kegiatan bermalam.
Selepas rangkaian pembelajaran dan praktik,
peserta mengikuti aktivitas ibadah, kultum, kegiatan
bersama dan berlabuh di barak sebelum memasuki agenda
jelajah malam.
06.00–06.20
Registrasi
Peserta kembali melakukan registrasi sebagai
awal rangkaian kegiatan hari kedua.
Tempat: GOR Ciniru
06.20–07.00
Inspeksi
Peserta mengikuti inspeksi sebagai bagian
pembiasaan kesiapan, kedisiplinan, kerapian,
dan tanggung jawab sebelum memasuki materi.
07.00–08.20
M6 — Rapat dan Musyawarah
Materi rapat dan musyawarah membekali peserta
mengenai mekanisme pembahasan dan pengambilan
keputusan dalam organisasi.
Peserta belajar bahwa rapat yang baik
membutuhkan agenda yang jelas, tata tertib,
kesempatan menyampaikan pendapat, proses
pembahasan, pencatatan hasil, serta keputusan
yang dapat dilaksanakan bersama.
Pemateri: Bpk. Satam, S.Pd.
08.20–08.35
Istirahat
Peserta memperoleh waktu jeda sebelum
memasuki materi Tata Naskah Modern.
08.35–10.35
M3 — Tata Naskah Modern
Tata Naskah Modern menjadi bagian penting
dalam penguatan kemampuan administrasi
organisasi. Peserta mendapatkan pemahaman
mengenai bagaimana sebuah dokumen organisasi
disusun secara tertib, jelas, komunikatif,
dan layak digunakan sebagai naskah resmi.
Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta
sebelum memasuki praktik administrasi
pembuatan surat pada sesi siang.
Pemateri: Bpk. Iding Jaenal Abidin, S.Pd.
10.35–10.50
Makan Siang
Peserta memperoleh waktu makan sebelum
memasuki sesi praktik.
10.50–11.30
P1 — Praktik Protokol: Membuat Rundown
Pengetahuan mengenai keprotokolan yang
diperoleh pada hari pertama diterapkan
melalui praktik membuat rundown kegiatan.
Peserta belajar menyusun kegiatan berdasarkan
urutan waktu, durasi, jenis kegiatan,
penanggung jawab, pemateri, dan tempat
pelaksanaan sehingga sebuah kegiatan dapat
berlangsung lebih teratur.
11.30–12.30
Ibadah Jumat dan Kegiatan Keputrian
Peserta putra melaksanakan ibadah Jumat,
sedangkan peserta putri mengikuti kegiatan
rohani atau keputrian.
Keputrian: Ibu Iin Patimah, S.Pd.
Masjid & GOR Ciniru
12.30–12.50
Perjalanan Menuju Sekolah
Setelah menyelesaikan kegiatan di Ciniru,
peserta bergerak menuju SMA Negeri 1 Jalaksana
untuk melanjutkan rangkaian kegiatan praktik
dan agenda bermalam.
12.50–13.05
Membereskan Barak
Peserta melakukan penataan dan persiapan
barak yang digunakan untuk agenda bermalam.
13.05–13.45
P2 — Praktik Administrasi: Membuat Surat
Peserta menerapkan materi Tata Naskah Modern
melalui praktik membuat surat di laboratorium
komputer.
Praktik ini memberikan pengalaman langsung
kepada peserta dalam menggunakan perangkat
komputer untuk menyusun dokumen administrasi
sebagaimana kebutuhan nyata dalam pengelolaan
organisasi OSIS maupun MPK.
Pemateri: Bpk. Iding Jaenal Abidin, S.Pd.
Tempat: Laboratorium Komputer
13.45–14.00
Istirahat
Peserta memperoleh jeda sebelum memasuki
simulasi lapangan.
14.00–15.00
P3 — Praktik Simulasi Apel
Peserta mengikuti simulasi apel di lapangan
utama. Kegiatan ini menjadi sarana untuk
memahami koordinasi, posisi petugas,
kesiapan, urutan kegiatan, disiplin,
ketertiban, dan pelaksanaan instruksi.
Tempat: Lapangan Utama
15.00–15.30
Kegiatan Beribadah
Peserta melaksanakan ibadah di
Masjid Al-Istiqomah sebelum memasuki
agenda rapat kerja.
Tempat: Masjid Al-Istiqomah
15.30–16.30
P4 — Praktik Rapat Kerja MPK
Pengurus MPK mengikuti praktik rapat kerja
sebagai penerapan materi rapat, musyawarah,
tata kelola, dan perencanaan program.
Melalui sesi tersebut, peserta belajar
menyampaikan pendapat, mendengarkan pandangan
anggota lain, membahas rencana kegiatan,
dan menghasilkan keputusan bersama.
Pemateri: Bpk. Satam, S.Pd.
Tempat: Ruang Meeting
16.30–17.30
P4 — Praktik Rapat Kerja OSIS
Setelah sesi MPK selesai, pengurus OSIS
mengikuti praktik rapat kerja.
Sesi ini menjadi sarana menerapkan kemampuan
penyusunan agenda, penyampaian gagasan,
pembahasan program, musyawarah, serta
pengambilan keputusan dalam forum organisasi.
Pemateri: Bpk. Satam, S.Pd.
Tempat: Ruang Meeting
17.30–17.50
Giat Pribadi
Peserta memperoleh waktu untuk mempersiapkan
kebutuhan pribadi setelah rangkaian kegiatan
sore.
17.50–19.00
Beribadah dan Makan Malam
Rangkaian petang diisi dengan kegiatan
ibadah dan makan malam sebelum memasuki
kegiatan malam.
Tempat: Masjid Al-Istiqomah
19.00–19.20
Kultum
Agenda malam diawali dengan kultum sebagai
bagian dari penguatan nilai spiritual,
karakter dan tanggung jawab peserta.
Pemateri: Bpk. Diki Cahya Nursidik, M.Pd.
19.20–20.00
Menonton Film
Peserta mengikuti kegiatan menonton film
bersama sebelum memasuki agenda berlabuh.
20.00–00.00
Berlabuh
Peserta memasuki barak dan mengikuti agenda
berlabuh sebagaimana tercantum dalam rundown.
Waktu ini sekaligus menjadi persiapan sebelum
memasuki rangkaian kegiatan tengah malam.
Tempat: Barak Peserta
03
Hari Ketiga
Sabtu, 3 Oktober 2026
Hari ketiga menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian
Latihan Kepemimpinan Siswa. Agenda dimulai tepat pada
tengah malam melalui jelajah malam, dilanjutkan dengan
evaluasi, refleksi, kegiatan ibadah, senam pagi,
CMI (Cara Memberi Instruksi) dan PBB,
kesan dan pesan, hingga acara penutupan.
00.00–03.00
Jelajah Malam
Peserta mengikuti jelajah malam di wilayah
Desa Ciniru. Kegiatan ini menjadi salah satu
pengalaman lapangan yang menguji kesiapan,
koordinasi, kekompakan, konsentrasi,
disiplin, dan kemampuan mengikuti arahan.
Dalam konteks pembinaan kepemimpinan,
kegiatan lapangan juga memberikan pengalaman
mengenai pentingnya kerja sama dan saling
menjaga antaranggota kelompok.
Lokasi: Desa Ciniru
03.00–04.00
M10 — Evaluasi
Setelah menyelesaikan jelajah malam,
peserta mengikuti kegiatan evaluasi.
Tahapan ini menjadi ruang untuk melihat
kembali proses yang telah dijalani selama
kegiatan.
Evaluasi diarahkan pada kedisiplinan,
kesiapan, kerja sama, sikap, tanggung jawab,
serta berbagai pembelajaran yang diperoleh
peserta.
Tempat: Lapangan
04.00–04.30
Refleksi
Setelah evaluasi, peserta mengikuti sesi
refleksi. Kegiatan ini memberi ruang untuk
melihat pengalaman yang telah dilewati,
mengenali kekurangan dan kelebihan diri,
serta memahami kembali makna amanah sebagai
pengurus organisasi.
04.30–05.30
Kegiatan Beribadah
Rangkaian dini hari dilanjutkan dengan
kegiatan ibadah sebagai bagian dari
pembinaan spiritual dan keseimbangan
karakter peserta.
Bpk. Abdul Jabar, S.Pd.
Tempat: Masjid Al-Istiqomah
05.30–06.00
Giat Pribadi
Peserta memperoleh waktu untuk membersihkan
diri dan mempersiapkan diri sebelum agenda
pagi.
06.00–06.30
Senam Pagi
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan malam,
peserta melaksanakan senam pagi untuk menjaga
kebugaran serta membangun kembali semangat
sebelum memasuki sesi pembelajaran berikutnya.
Tempat: Lapangan
06.30–06.45
Makan Pagi
Peserta diberikan waktu untuk sarapan
sebelum mengikuti materi CMI dan PBB.
06.45–07.45
M11 — CMI (Cara Memberi Instruksi) dan PBB
Pada sesi ini peserta mendapatkan pembekalan
mengenai CMI atau Cara Memberi
Instruksi dan PBB.
CMI membekali peserta mengenai bagaimana
seorang pemimpin, koordinator, maupun
penanggung jawab kegiatan menyampaikan
instruksi secara jelas, singkat, tegas,
sistematis, dan mudah dipahami.
Peserta diarahkan untuk memahami bahwa
memberi instruksi tidak sama dengan sekadar
memberi perintah. Instruksi yang baik harus
memiliki tujuan yang jelas, menggunakan
bahasa yang tepat, disampaikan dengan sikap
yang benar, dan memastikan bahwa penerima
instruksi memahami apa yang harus dilakukan.
Pembekalan PBB melengkapi materi tersebut
melalui pembiasaan kedisiplinan, konsentrasi,
ketepatan, koordinasi, kekompakan,
dan respons terhadap instruksi.
Pemateri: Ibu Dahlia Amari, S.Pd.
07.45–08.45
P5 — Praktik CMI (Cara Memberi Instruksi) dan PBB
Setelah memperoleh pembekalan teori,
peserta menerapkannya melalui praktik
CMI dan PBB di lapangan.
Pada praktik CMI, peserta belajar memberikan
instruksi kepada kelompok secara terstruktur.
Aspek yang dilatih meliputi kejelasan bahasa,
ketegasan suara, sikap, urutan instruksi,
kepercayaan diri, serta kemampuan memastikan
bahwa penerima instruksi memahami tugasnya.
Sementara pada praktik PBB, peserta berlatih
merespons dan melaksanakan instruksi melalui
kegiatan yang membutuhkan konsentrasi,
kekompakan, disiplin, koordinasi, dan
ketepatan gerakan.
Tempat: Lapangan
08.45–09.15
Kesan dan Pesan
Menjelang berakhirnya kegiatan, peserta
mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan
kesan dan pesan selama mengikuti LKS.
Sesi ini menjadi ruang untuk berbagi
pengalaman, pembelajaran, serta hal-hal
yang paling berkesan selama tiga hari
kegiatan.
09.15–09.30
Giat Pribadi
Peserta melakukan persiapan akhir sebelum
mengikuti acara penutupan.
09.30–10.20
Acara Penutupan
Setelah seluruh rangkaian materi, praktik,
kegiatan lapangan, evaluasi dan refleksi
selesai dilaksanakan, LKS OSIS dan MPK
Masa Bakti 2026/2027 memasuki acara
penutupan.
Penutupan menjadi penanda berakhirnya
kegiatan, tetapi sekaligus menjadi awal
bagi seluruh peserta untuk menerapkan
hasil pembelajaran ke dalam kehidupan
organisasi yang sesungguhnya.
Bpk. H. Nanang Warsa, M.Pd. / yang mewakili
Tempat: Ruang Meeting
10.20–11.00
Perpulangan Peserta
Setelah penutupan selesai, peserta
menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan
dan dipersilakan kembali ke rumah
masing-masing.
CMI • Cara Memberi Instruksi
Instruksi yang Jelas Menjadi Bagian dari Kepemimpinan
Salah satu keterampilan yang diperkuat dalam LKS adalah
CMI atau Cara Memberi Instruksi.
Dalam organisasi, seorang ketua, koordinator kegiatan,
pemimpin rapat, maupun penanggung jawab program akan
berhadapan dengan situasi yang membutuhkan kemampuan
memberikan arahan kepada anggota.
Instruksi yang baik harus disampaikan secara jelas,
ringkas, runtut, tegas, dan mudah dimengerti.
Seorang pemberi instruksi juga perlu memastikan bahwa
orang yang menerima instruksi memahami apa yang harus
dikerjakan, kapan harus dilaksanakan, bagaimana
pelaksanaannya, serta apa tujuan dari tugas tersebut.
Ketika dipadukan dengan PBB, peserta tidak hanya belajar
memberikan arahan, tetapi juga belajar menjadi penerima
instruksi yang disiplin. Dengan demikian, peserta memahami
dua sisi penting kepemimpinan: mampu memimpin ketika
diberikan tanggung jawab dan mampu mengikuti arahan ketika
menjadi bagian dari sebuah tim.
Nilai Pembelajaran
Dari Materi Menuju Pengalaman Organisasi yang Nyata
Salah satu kekuatan dari rangkaian LKS Masa Bakti
2026/2027 adalah hubungan antara materi dan praktik.
Peserta tidak hanya menerima teori di dalam sesi
pembelajaran, tetapi diberikan kesempatan untuk
menerapkannya melalui kegiatan yang konkret.
Materi keprotokolan diterapkan melalui praktik membuat
rundown dan simulasi apel. Tata Naskah Modern diterapkan
melalui praktik membuat surat menggunakan komputer.
Materi rapat dan musyawarah dilanjutkan dengan praktik
rapat kerja MPK dan OSIS. Sementara materi CMI
diterapkan melalui praktik memberikan instruksi dan PBB.
1
Karakter dan Amanah
Menumbuhkan kesadaran bahwa jabatan organisasi
merupakan kepercayaan yang harus dijalankan
dengan tanggung jawab.
2
Kepemimpinan
Mengembangkan kemampuan memimpin,
memberikan teladan, mengambil keputusan,
dan bertanggung jawab.
3
Tata Kelola Organisasi
Membantu peserta memahami struktur kerja,
fungsi kepengurusan, pembagian tugas,
dan mekanisme koordinasi.
4
Administrasi Organisasi
Melatih peserta menyusun dokumen organisasi
melalui Tata Naskah Modern dan praktik
pembuatan surat.
5
Rapat dan Musyawarah
Melatih kemampuan menyampaikan pendapat,
mendengarkan, membahas persoalan, dan
menghasilkan keputusan bersama.
6
Perencanaan Program
Membantu pengurus menerjemahkan gagasan
menjadi rencana kerja yang terarah dan
memiliki kebutuhan anggaran.
7
CMI dan Komunikasi
Mengembangkan kemampuan memberikan instruksi
yang jelas, runtut, tegas, tepat, dan mudah
dipahami oleh anggota.
8
Disiplin dan PBB
Membentuk konsentrasi, kekompakan,
ketepatan, koordinasi, dan kepatuhan
terhadap instruksi.
9
Kerja Sama
Menumbuhkan solidaritas, kepedulian,
komunikasi, dan kemampuan bekerja
sebagai sebuah tim.
10
Evaluasi dan Refleksi
Membiasakan peserta melihat kembali proses,
mengenali kekurangan, dan menjadikan
pengalaman sebagai pembelajaran.
Belajar Organisasi dengan Mengalami Secara Langsung
Selama tiga hari peserta tidak hanya mengikuti materi,
tetapi mengalami secara langsung proses registrasi,
inspeksi, penyusunan rundown, pembuatan surat,
simulasi apel, rapat kerja, penataan barak,
kegiatan kerohanian, jelajah malam, evaluasi,
refleksi, hingga praktik CMI dan PBB. Pengalaman tersebut
menjadi bagian penting dalam menyiapkan pengurus yang
mampu bekerja, berkomunikasi, berkoordinasi,
memberikan instruksi, mengikuti instruksi, dan
bertanggung jawab terhadap tugas organisasi.
Makna Kegiatan
Kepemimpinan Tumbuh Melalui Proses dan Pengalaman
Seluruh rangkaian LKS memberikan pembelajaran bahwa
kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Kepemimpinan
tumbuh melalui proses belajar, pengalaman, pembiasaan,
kedisiplinan, kerja sama, keberanian mengambil tanggung
jawab, serta kemauan untuk terus melakukan evaluasi.
Jadwal kegiatan yang berlangsung sejak pagi, siang,
sore, malam, hingga dini hari juga menjadi proses
pembelajaran bagi peserta dalam mengelola kondisi diri
dan kelompok. Peserta dituntut menjaga komunikasi,
ketepatan waktu, kesiapan, konsentrasi, kebersamaan,
dan tanggung jawab ketika berpindah dari satu agenda
ke agenda berikutnya.
Kegiatan ibadah, kultum, keputrian, evaluasi, serta
refleksi memberikan keseimbangan bahwa seorang pemimpin
tidak hanya membutuhkan kecakapan teknis. Kepemimpinan
juga memerlukan fondasi karakter, nilai, kepedulian,
integritas, serta kesadaran bahwa setiap amanah harus
dipertanggungjawabkan.
Melalui CMI, peserta juga belajar bahwa komunikasi
seorang pemimpin memiliki pengaruh besar terhadap
keberhasilan suatu kegiatan. Instruksi yang tidak jelas
dapat menimbulkan kesalahan koordinasi, sementara
instruksi yang baik membantu anggota memahami tugas,
tujuan, dan tanggung jawabnya.
Penutup
Membawa Semangat LKS ke Dalam Masa Bakti 2026/2027
Berakhirnya acara penutupan pada Sabtu, 3 Oktober 2026
bukanlah akhir dari proses pembelajaran kepemimpinan.
Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi para
pengurus OSIS dan MPK untuk menerapkan berbagai
pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan nilai yang
diperoleh selama mengikuti LKS.
Pengalaman mengikuti materi orientasi, karakter dan
amanah, kepemimpinan, kedudukan dan tata kelola,
keprotokolan, keselamatan dan BSAN, perencanaan program
dan anggaran, rapat dan musyawarah, Tata Naskah Modern,
hingga CMI dan PBB diharapkan menjadi bekal untuk
menjalankan organisasi secara lebih tertib, terarah,
komunikatif, dan bertanggung jawab.
Demikian pula pengalaman praktik membuat rundown,
membuat surat, simulasi apel, rapat kerja MPK dan OSIS,
jelajah malam, evaluasi, refleksi, serta praktik
CMI dan PBB diharapkan mampu membentuk pengurus yang
tidak hanya memahami teori organisasi, tetapi juga siap
menerapkannya dalam program nyata.
LKS Masa Bakti 2026/2027 diharapkan mampu melahirkan
generasi pemimpin muda SMA Negeri 1 Jalaksana yang
memiliki keberanian mengambil peran, mampu berkomunikasi,
dapat memberikan instruksi dengan baik, mampu menerima
instruksi, disiplin, memiliki integritas, mampu bekerja
dalam tim, serta memiliki kepedulian terhadap warga
sekolah.
Semangat yang tumbuh selama tiga hari kegiatan diharapkan
terus dibawa dalam setiap rapat, program kerja, kegiatan,
pelayanan kepada siswa, serta seluruh proses organisasi
selama Masa Bakti 2026/2027. Dengan demikian, OSIS dan
MPK tidak hanya menjadi organisasi yang aktif
menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang
pembelajaran karakter, kepemimpinan, demokrasi,
tanggung jawab, dan pengabdian bagi peserta didik.
Semoga seluruh pengurus OSIS dan MPK Masa Bakti
2026/2027 mampu menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh
serta memberikan kontribusi terbaik bagi SMA Negeri 1
Jalaksana menuju sekolah yang semakin
BERSERI — Berprestasi, Sehat, Empati,
Religius, dan Inovatif.
SMA Negeri 1 Jalaksana •
OSIS & MPK Masa Bakti 2026/2027