Ketika Satu Sekolah Berkumpul dalam Cinta kepada Rasulullah
Ada hari-hari yang tidak sekadar tercatat dalam kalender. Ada pertemuan
yang tidak sekadar menghadirkan banyak orang, tetapi juga menghadirkan
rasa, doa, dan pengingat untuk kembali melihat ke dalam diri.
Salah satunya adalah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Jalaksana di
Hanggar SMA Negeri 1 Jalaksana.
Dengan penuh rasa syukur, kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas
akademika SMA Negeri 1 Jalaksana, terdiri atas kurang lebih
1.392 peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Kebersamaan tersebut menjadikan Hanggar sekolah bukan hanya sebagai
tempat berlangsungnya acara, tetapi menjadi ruang untuk bersama-sama
mengenang sosok manusia mulia yang menjadi teladan bagi umat manusia.
Di tengah kesibukan pendidikan, tugas, pembelajaran, administrasi, dan
berbagai aktivitas sekolah, kegiatan ini memberikan kesempatan sejenak
kepada seluruh warga sekolah untuk berhenti, mendengarkan, merenung,
dan bertanya kepada diri sendiri:
sudah sejauh mana kita meneladani Rasulullah SAW?
Maulid Bukan Sekadar Seremonial
Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Lebih jauh, ia adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali kecintaan
kepada beliau melalui perilaku, akhlak, kejujuran, kesabaran,
kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Mengawali Kegiatan dengan Al-Qur'an dan Rasa Syukur
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian
dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
Suasana Hanggar yang dipenuhi warga sekolah berubah menjadi ruang yang
lebih teduh ketika lantunan ayat-ayat Allah SWT dibacakan.
Pembacaan Al-Qur'an menjadi pengingat bahwa ilmu dan pendidikan yang
dijalankan di sekolah tidak semestinya terpisah dari nilai-nilai
ketuhanan. Ilmu memberikan kemampuan, tetapi iman dan akhlak memberikan
arah dalam menggunakan kemampuan tersebut.
Laporan Pelaksanaan dan Sambutan Kepala Sekolah
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kegiatan dilanjutkan dengan
laporan Ketua Pelaksana sebagai bentuk penyampaian
pertanggungjawaban atas rangkaian persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Jalaksana memberikan
sambutan kepada seluruh peserta. Sambutan tersebut menjadi bagian
penting untuk menguatkan pesan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan
sekolah bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi bagian dari pendidikan
karakter peserta didik.

Pendidikan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang seberapa tinggi
nilai yang diperoleh. Pendidikan juga berbicara tentang bagaimana ilmu
tersebut membentuk manusia yang memiliki tanggung jawab, menghormati
sesama, memiliki adab, dan mampu membedakan antara yang baik dan yang
tidak baik.
Mahalul Qiyam, Maulidul Hasanah dan Tabligh Akbar
Memasuki rangkaian utama, suasana semakin khidmat melalui
debaan, pembacaan Mahalul Qiyam dan Maulidul Hasanah
yang disampaikan oleh Diki Nur Sidik, M.Pd. dan
Abdul Jabbar, S.Pd.I.

Lantunan shalawat dan pembacaan Maulid menjadi ruang untuk menumbuhkan
kembali rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Bukan hanya cinta yang
diucapkan dengan lisan, tetapi cinta yang semestinya terlihat dalam
perbuatan.
Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan
Tabligh Akbar bersama Ust. H. Didin Aminudin, S.Pd.I.
yang dikemas melalui konsep nada dan dakwah dengan
pola dakwah, selingan, kemudian kembali kepada dakwah.
Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak ucapan
shalawat, tetapi juga dengan berusaha mengikuti akhlaknya.
Dakwah yang Sejuk, tetapi Tegas
Ada kesejukan dalam dakwah ketika nasihat disampaikan dengan kasih.
Namun ada pula ketegasan yang harus hadir ketika sebuah pesan menyentuh
persoalan akhlak dan kehidupan.
Pesan-pesan dakwah dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa generasi
muda tidak cukup hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik.
Mereka juga harus memiliki kekuatan karakter, keteguhan prinsip, dan
kemampuan menjaga diri di tengah perubahan zaman.
Jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan adab.
Jangan sampai kemudahan informasi membuat kita kehilangan kebijaksanaan.
Dan jangan sampai kecerdasan membuat kita lupa untuk menghormati sesama.
Di sinilah keteladanan Rasulullah SAW menjadi sangat relevan. Beliau
mengajarkan bahwa kekuatan seorang manusia tidak hanya terlihat dari
kemampuannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.
Dakwah juga mengingatkan bahwa seorang pelajar memiliki tanggung jawab
untuk menjaga kehormatan dirinya, keluarganya, sekolahnya, dan
lingkungannya.
Pesan untuk Generasi Muda
Jadilah generasi yang kuat ilmunya, baik akhlaknya, santun lisannya,
jujur perkataannya, dan bertanggung jawab dalam perbuatannya.
Gunakan teknologi untuk belajar, bukan untuk merusak diri. Gunakan
kecerdasan untuk berkarya, bukan untuk menyakiti. Dan gunakan ilmu
untuk memberikan manfaat kepada sesama.
Apresiasi melalui Perlombaan Maulid
Semarak peringatan Maulid Nabi juga telah diisi dengan berbagai
perlombaan yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menyalurkan
bakat, kreativitas, keberanian, sekaligus memperdalam kecintaan terhadap
nilai-nilai keislaman.
Pada rangkaian acara Maulid, panitia kemudian memberikan
hadiah kepada para pemenang perlombaan sebagai bentuk
penghargaan atas usaha dan prestasi yang telah mereka raih.
Sebuah hadiah mungkin sederhana, tetapi penghargaan terhadap proses
dapat meninggalkan kesan yang panjang. Semoga apresiasi tersebut menjadi
penyemangat bagi peserta didik untuk terus berani mencoba, belajar,
berprestasi, dan memberikan yang terbaik.
Menampilkan Juara I Sirah Nabawiyah
Suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya
penampilan Juara I Lomba Sirah Nabawiyah.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi
juga menjadi bentuk nyata bahwa kisah perjalanan Rasulullah SAW dapat
dipelajari dan disampaikan oleh generasi muda melalui cara yang kreatif
dan menarik.
Rangkaian Kegiatan Peringatan Maulid Nabi 1448 H
01
Pembukaan
Mengawali seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW 1448 H.
02
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Membuka kegiatan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
03
Laporan Ketua Pelaksana
Penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua Pelaksana.
04
Sambutan Kepala Sekolah
Pesan dan arahan Kepala SMA Negeri 1 Jalaksana kepada seluruh warga
sekolah.
05
Debaan, Mahalul Qiyam & Maulidul Hasanah
Diki Nur Sidik, M.Pd. & Abdul Jabbar, S.Pd.I., dilanjutkan Tabligh Akbar
bersama Ust. H. Didin Aminudin, S.Pd.I. dengan konsep nada dan dakwah.
06
Pembagian Hadiah Perlombaan
Apresiasi kepada para pemenang perlombaan Peringatan Maulid yang
dilaksanakan Kamis, 10 September 2026.
07
Penampilan Juara I Sirah Nabawiyah
Penampilan peserta didik sebagai bagian dari apresiasi dan semarak
kegiatan.
08
Penutup
Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan dengan rasa syukur dan doa.
Dari Hanggar Sekolah, Membawa Pulang Sebuah Pesan
Ketika acara berakhir dan seluruh peserta kembali menjalankan aktivitas
masing-masing, sesungguhnya ada sesuatu yang diharapkan tidak ikut
berakhir.
Yaitu pesan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid tidak berhenti ketika lantunan shalawat selesai,
tidak berhenti ketika penceramah meninggalkan panggung, dan tidak
berhenti ketika kegiatan ditutup.
Makna Maulid justru dimulai ketika kita kembali kepada kehidupan
sehari-hari.
Ketika seorang siswa memilih untuk berkata jujur meskipun sulit.
Ketika seorang siswa menghormati gurunya. Ketika seorang teman membantu
temannya. Ketika seseorang memilih memaafkan daripada membalas.
Ketika ilmu yang dimiliki digunakan untuk memberikan manfaat.
Di sanalah kecintaan kepada Rasulullah SAW menemukan bentuknya.
Menjadi Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak
SMA Negeri 1 Jalaksana tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk
membantu peserta didik mencapai prestasi akademik. Lebih dari itu,
sekolah memiliki tanggung jawab untuk turut membentuk generasi yang
mampu membawa ilmu, teknologi, dan kecerdasan bersama dengan akhlak.
Sebab ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Kecerdasan tanpa
tanggung jawab dapat menjadi bumerang. Teknologi tanpa kebijaksanaan
dapat digunakan untuk hal yang merugikan.
Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW menjadi salah satu nilai yang
selalu relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.
Maulid yang Menghidupkan Keteladanan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 1 Jalaksana
menjadi sebuah perjalanan sederhana namun penuh makna. Seluruh warga
sekolah berkumpul, mendengarkan lantunan ayat suci, bershalawat,
menyimak dakwah, memberikan apresiasi, dan menikmati penampilan peserta
didik.
Namun di balik seluruh rangkaian tersebut terdapat harapan yang jauh
lebih besar: agar kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya tinggal
dalam kata-kata, tetapi tumbuh menjadi akhlak dalam kehidupan.
Semoga setiap pesan yang disampaikan menjadi pengingat bagi kita semua.
Semoga setiap shalawat yang dilantunkan menjadi jalan bertambahnya
kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Dan semoga generasi yang tumbuh dari SMA Negeri 1 Jalaksana menjadi
generasi yang cerdas dalam ilmu, kuat dalam prinsip, santun
dalam sikap, dan mulia dalam akhlak.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Semoga kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan, rahmat, dan
syafaat Rasulullah SAW.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
SMA Negeri 1 Jalaksana • Hanggar SMA Negeri 1 Jalaksana •
Kebersamaan dalam Iman, Ilmu, dan Akhlak