Purna Bakti dan Alih Tugas Guru SMAN 1 Jalaksana Tahun 2026 Penuh Haru dan Kekeluargaan
Purna Bakti dan Alih Tugas
Tangis Haru di SMANJA! Momen Perpisahan Guru yang Tak Akan Terlupakan ????
Suasana
hangat dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental di lingkungan SMAN 1
Jalaksana pada Sabtu, 18 April 2026, dalam kegiatan Purna Bakti dan Alih Tugas
yang diselenggarakan di Hanggar SMA Negeri 1 Jalaksana. Dalam balutan
kesederhanaan yang sarat makna, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan hati bagi
keluarga besar SMANJA untuk mengenang, mengapresiasi, sekaligus melepas dengan
penuh doa para guru yang telah mengabdikan diri dengan sepenuh jiwa, yaitu Dra.
Hj. Juju Jubaedah, Hj. Endang Sulistyowati, S.Pd., Ruslan, S.Pd. yang
memasuki masa purna bakti, serta Ludi Budhiwan, S.E. yang melanjutkan
pengabdian melalui alih tugas.
Pra
acara dibuka dengan persembahan lagu dari siswa yang mengalun lembut,
menghadirkan suasana syahdu sejak awal. Momen berlanjut dengan penjemputan para
guru purna bakti dan alih tugas, sebuah prosesi sederhana namun penuh makna,
yang diiringi rasa hormat, bangga, dan haru dari seluruh hadirin.
Memasuki
acara inti, pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdul
Jabar, S.Pd.I., yang menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan. Suasana kemudian
menguat dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh dirigen Povi
Julijanti, S.Pd., dengan iringan organ dari Doni Kurniawan, S.Pd., menumbuhkan
rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari dunia pendidikan.
Pada
sesi sambutan, Ketua Pelaksana, H. Didin Aminudin, S.Pd., menyampaikan laporan
kegiatan dengan gaya yang lugas dan tegas, namun tetap hangat. Setiap kalimat
yang disampaikan mencerminkan kesungguhan dan rasa hormat terhadap para guru
yang memasuki masa purna bakti maupun yang akan melanjutkan tugas di tempat
baru. Tanpa bertele-tele, namun penuh makna, beliau menegaskan bahwa kegiatan
ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan tulus dari keluarga
besar SMANJA.
Sambutan
berikutnya disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Jalaksana, H. Nanang Warsa, M.Pd.,
yang menghadirkan suasana yang begitu menyentuh hati. Dengan tutur kata yang
tenang namun penuh emosi, beliau mengungkapkan rasa bangga, terima kasih, dan
kehilangan yang mendalam atas dedikasi para guru yang telah mengabdikan diri
selama bertahun-tahun. Dalam penyampaiannya, tersirat pesan bahwa pengabdian
seorang guru tidak pernah berhenti pada jabatan atau tempat, melainkan terus
hidup dalam setiap ilmu yang ditanamkan dan dalam setiap generasi yang telah
dibimbing. Banyak hadirin yang terdiam, larut dalam suasana haru yang tercipta
dari setiap untaian kata yang tulus tersebut.
Setelah
sambutan dari Komite Sekolah, suasana kembali dihangatkan dengan selingan
hiburan seni suara dari siswa yang membawa senyum di tengah haru. Namun puncak
emosi terasa saat perwakilan purna bakti, Hj. Dra. Juju Jubaedah, menyampaikan
pesan dan kesan. Dengan suara yang bergetar namun penuh ketulusan, beliau
menyampaikan nasihat kepada guru-guru yang masih aktif agar senantiasa menjaga
semangat pengabdian dan keikhlasan dalam mendidik. Tak lupa, beliau juga
menyapa perwakilan siswa dari OSIS dan MPK dengan penuh kasih, memberikan pesan
agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah, serta
menghargai setiap guru yang telah membimbing mereka. Momen ini menjadi salah
satu bagian paling mengharukan, di mana air mata dan senyum berpadu dalam satu
suasana yang sulit dilupakan.
Prosesi
pemberian cinderamata menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang yang
telah dilalui. Setiap bingkisan yang diberikan bukan sekadar kenang-kenangan,
tetapi wujud cinta dan terima kasih dari keluarga besar SMANJA.
Kegiatan
dilanjutkan dengan penyaksian video dokumenter yang disiapkan oleh tim IT
SMANJA, yaitu Iding Jaenal Abidin dan Ryan Noor Hidayat. Tayangan berupa
rangkaian foto perjalanan para guru selama mengabdi menghadirkan nostalgia yang
begitu dalam. Suasana haru yang menyelimuti ruangan sesekali mencair dengan
candaan hangat dari pemandu, Doni Kurniawan, S.Pd. dan H. Didin Aminudin,
S.Pd., yang mampu menjaga keseimbangan antara tawa dan air mata.
Kebersamaan
semakin terasa dalam sesi hiburan, di mana siswa dan guru turut tampil
mempersembahkan lagu-lagu penuh makna. Tidak ada sekat di antara
mereka—semuanya larut dalam kebersamaan yang tulus, memperlihatkan bahwa SMANJA
adalah rumah yang menyatukan hati.
Akhirnya,
acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Diki Cahya Nur Sidik, M.Pd.,
memohon keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi para guru yang memasuki
masa purna bakti maupun yang menjalani alih tugas. Dalam doa tersebut,
terangkai harapan agar setiap langkah ke depan senantiasa dilindungi dan diberi
kemudahan.
Perpisahan
ini mungkin sederhana dalam balutan acara, namun begitu dalam dalam makna.
Karena sejatinya, pengabdian tidak pernah benar-benar berakhir—ia akan selalu
hidup dalam kenangan, dalam hati, dan dalam setiap langkah generasi yang telah
dibimbing.
Berikan Komentar